Maulid Nabi

Senin, 01 Maret 2010

Bismillahirrahmaani rrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Maulid Nabi Shallallahu’ alaihiwasallam
Hampir setiap tahun, permasalahan tentang
perayaan maulid, atau maulud nabi ini selalu saja menjadi suatu pembahasan yang
hangat.
 DiMesir, perayaan Maulud nabi ini, cukup
meriah, dikedai-kedai, sampai ada jualan kue maulid, yang rasanya sangat manis dan
keras, meski bentuknya menarik. Dimana ada ‘arusah(boneka) mauludnya. Saya
belum mempelajari darimana asal muasal boneka maulid nabi tersebut.
Dikedutaan, di Pengajian El Muttaqin Ibu2,
selalu diadakan acara maulid nabi ini dengan pengajian mingguan, hanya pas
acara maulid nabi, pembahasannya tentang sejarah Rasulullah.

Pak Joko, Penambal Ban Inspirasiku

Pak Joko dengan mantel hujannya sedang bekerja
Pak Joko dengan mantel hujannya sedang bekerja

Gerimis tipis makin lama kian menebal. Air langit itu kini membuat tubuhku kesakitan. Motor separuh bayaku berjalan lamat-lamat. Selain takut selip, rantainya yang ringkih beberapa kali menyela perjalananku. Dang..dang..dang, bunyinya.
Sudah aku duga, sepertinya ini saatnya sang rantai tak lagi kuat menarik laju motorku. Hanya beberapa meter dari pom bensin di Pondok Indah, rantai motorku putus. Dengan sisa gas yang ada, aku mengarahkan maju motorku masuk ke halaman pom bensin.
Aku bertanya pada sang penyapu lantai di antara hujan yang kian deras menerpa tubuhku.
“Mas, bengkel paling deket dari sini di mana ya?”
“Di Terogong, Mas..” jawabnya pendek. Aku tercenung. Waduh, jauh juga ya. Terbayang jarak antara pom bensin ini dan jalan Terogong jadi terasa jauh kala aku harus berjalan kaki menuntun motorku. Jarak yang selama ini tak terasa sering kali aku lalui bersama motorku.

Misteri Batu Terbang, Batu Isra' Mi'raj Nabi Muhammad

Batu Terbang, batu isra' mi'raj, batu melayang, batu gantung, atau batu ajaib yang ternyata palsu dan merupakan hasil manipulasi atau rekayasa gambarAda yang menyebutnya sebagai batu terbang atau batu gantung. Ada yang menyebutkan sebagai batu pijakan Nabi Muhammad saat akan mi'raj ke langit. Sang batu ingin ikut terbang ke langit, tetapi dilarang oleh nabi, sehingga berhenti dalam posisi melayang hingga sekarang.
Banyak yang percaya begitu saja gambar dan cerita tersebut. Tetapi tak sedikit juga yang bertanya-tanya. Apakah batu tersebut benar-benar ada? Benarkah itu foto asli?
Setelah beberapa lama mencari-cari kebenaran cerita dan foto tersebut, akhirnya ada kejelasan yang diperoleh dari forum diskusi berbahasa arab. Ternyata foto batu ini sudah tersebar jauh dan juga menimbulkan 'kehebohan' di antara mereka. Jika dalam versi indonesia, embel-embel ceritanya adalah tentang kisah isra' mi'raj di atas, maka dalam forum berbahasa arab itu cerita pengiringnya berbeda. Tidak mengenai isra mi'raj. Di situ diceritakan bahwa batu ini berasal dari wilayah Al Hasa atau Al Ahsa (bukan Al Aqsa), di bagian timur Arab Saudi, di sebuah desa bernama Al Tuwaitsir (Lihat foto-foto wilayah ini di Panoramio). Sang batu, konon ceritanya, tiba-tiba melayang setinggi sekitar 10 cm di suatu hari di bulan April, tanpa sebab yang jelas.

Kucingku Doyan Ama Roti, Gak Mau Nasi

Ikan dan kucing adalah dua makhluk ciptaan Tuhan yang sudah ditakdirkan untuk berada dalam rantai makanan mangsa-pemangsa. Tapi ikan makanan sisa dimakan manusia maksudnya. Karena ikan hidup di air sementara kucing takut air. Oleh karena itu ada yang namanya “kucing air”. Kira-kira begitulah nasib kita yang suka iri dengki pada hijaunya rumput tetangga. Setiap orang berhak untuk kaya sebagaimana setiap manusia juga punya hak untuk kemiskinannya. Qanaahlah jadi manusia. Kalo perlu dan jika sanggup, jadilah zuhud. Jangan melecehkan makna kata ikhtiar yang mulia itu hanya sekedar untuk mencari pembenaran atas sifat tamak dan ambisius pada DNA Anda. Meskipun bisa jadi juga itu bukanlah karena faktor genetik turunan dari pihak leluhurmu, melainkan terlebih hanyalah karena tekanan trend eksternal kehidupan masa kini yang sebetulnya berulang-ulang sepanjang masa juga hingga nanti. Berikhtiarlah, berdjoeanglah tanpa perlu ambisi-ambisian dan (lalu) menjadi manusia yang melampaui batas. Terimalah peran masing-masing Anda oleh Sang Pencipta tersebut. Jauhi keinginan menggebu-gebyar untuk mencaplok “hak dan tanggung jawab” pihak lain jika Anda tidak ingin seperti kucing merindukan ikan yang punya kehidupan di dalam sebuah kolam. Kucing pun mengerti perairan adalah batas takdirnya.

Tempat Itu Bernama Warung KOpi

Kadang tanpa sadar kita terlarut dalam nikmatnya secangkir kopi, dalam sebuah perkumpulan non formal kita asyik dalam bercengkrama dengan teman, sodara, sahabat karib atau dengan teman band kita, perlu diketahui bahwa diwarung kopi kita tidak hanya nongkrong atau menikmati segala apa yang disajikan didepan kita, namun kita bisa bertukar pikiran dan menghasilkan ide-ide yang cemerlang, gagasan-gagasan yang sebelumnya merupakan omongan belaka.